Kiat Belajar untuk UN dengan Formula 14:6:4 dengan Quipper Video
Quipper Video Blog
Kalau kalian mengenal saya, bakal pada ketawa kalau mendengar pengakuan ini : saya belajar buat UN. Kecuali TK (TK kan nggak ada UN, Ti... Plis...), UN SD dan SMP saya lulus dengan nilai super memuaskan tanpa belajar di rumah. Itu mencengangkan sebab saya malas belajar dan di kelas kerjanya cuma gambar, baca buku, dan bobok cantik. Sumber saya buat ujian apapun itu, murni cuma sekolah. saya bahkan nggak pernah ikut bimbel tertentu kecuali paruh akhir kelas 12. Sampai akhirnya masa SMA menyerang. Bukan, bukan negara api.
Untuk melalui masa SMA yang terlalu berat buat orang malas belajar seperti saya, itu adalah keajaiban. Belum lagi tuntutan berlebih dari keluarga dan kerabat karena saya bersekolah di salah satu SMA favorit di Bogor. Sebab hanya mengandalkan IQ 137 pun nggak cukup untuk jadi oke di SMA, padahal saya cukup keren waktu SD dan SMP meski saya jarang belajar. Belum lagi aktualisasi diri... demi tuhan, saya benci banget kalau mesti memprioritaskan sekolah ketimbang menggambar. Well, meski saya nggak sepenuhnya membenci sekolah. tapi mengingat saya nyasar di jurusan IPA karena dorongan orangtua adalah satu hal yang kadang saya sesalkan. Saya jadi nggak suka sekolah. meski saya malas belajar dari dulu, tapi saya baru ofensif pada sekolah pada masa SMA.
Menghadapi UN? saya nggak panik sih. kalau soal lulus--entah dari mana keyakinan itu datang-- kok saya cukup yakin ya bakal lulus. Tapi visi di kepala saya itu ijasah saya jangan-jangan eksaknya banter-banter 55-65. Malu? nggak sih, tapi saya punya alasan kenapa akhirnya saya mau belajar.
Semalas-malasnya saya belajar, lebih malas lagi menghadapi asam garam nasihat orangtua. dan saya juga menghormati pendapat orangtua kok. Meskipun hakikat belajar UN nggak berefek langsung sebab saya mau menekuni gambar, baik itu di FSRD ITB atau Itenas pun nggak ada bedanya. Jadi, meski saya tergila-gila masuk FSRD ITB, tapi saya nggak yakin SNMPTN. nilai rapor saya pas-pasan banget, belom lagi saya anak IPA. Mau gambar saya oke juga, kayaknya portofolio saya mesti sedewa Affandi kalau ingin diterima SNMPTN. Meski buat saya bapak saya kuno, mengatakan kalau UN harus bagus, tapi lebih baik membuat dia kalem dengan kelulusan saya daripada mesti berargumen panjang. soalnya mau saya bilang itu bukan syarat kelulusan lah, di luar negeri nggak ada UN lah, SBMPTN-nya soshum lah, dia nggak mau tahu. Saya mengerti, Bapak pernah mengalami SMA, pernah mengalami kuliah, PERNAH MENGALAMI UN. Mungkin beliau sedikit nggak terima kok ya masaku enak banget, UN bukan syarat kelulusan.
Nah, kembali ke topik, ironisnya rajinnya saya disebabkan oleh kemalasan saya mendengar nasihat panjang. malas lagi, malas lagi... ya, anggap saja malasnya saya kayak orang kepingin makan nasi tapi disuruh makan roti. tapi ya, telan saja, daripada ribut. cuma roti, apa ruginya? dicerna pula, ada gunanya pula.
Saya nggak cocok belajar di sekolah maupun bimbel konvensional. Makanya waktu itu saya memilih belajar di bimbel yang keras soal kepribadian namun berbasis kekeluargaan, juga belajar dari quipper video. Sebab saya sadar, saya butuh motivasi, juga ilmu yang didapat sambil ngupil, mendengarkan lagu, atau makan gorengan. Belajar yang fleksibel untuk menyesuaikan kesibukan saya menggambar dan membangun ekskul seni rupa di sekolah. Jadi, buat kalian yang sibuk dengan urusan masing-masing, tapi mau lulus UN dengan nilai yang memuaskan. Quipper video cocok banget buat kalian. Serius, itu berfaedah banget. Terus kali aja ada di antara kalian yang punya tipe cowok atau cewek kayak kakak-kakak quipper. Kira-kira tipe saya ada nggak di situ? rahasia... bercanda, sejujurnya nggak ada sih (maaf, ya. Ha-ha-ha). tapi guru-guru quipper seru kok. penjelasan mereka betul-betul lengkap dan jelas.
So, masih bingung dengan cara belajar kalian? Kepingin waktu belajar yang fleksibel? Kepingin belajar sambil ngupil? Caranya tiga. Niat, pakai quipper video, terus ngupil. Pinter deh.
Kejutannya, nilai rata-rata UN saya diatas enam! Ya, Allah... rezeki banget buat orang malas kayak saya. Saya kasih tahu, sebelum saya taubat, itu saya yakin banget kemampuan saya nggak jauh dari angka dua saking nggak pernah belajarnya. dan itu, saya pakai quipper video mungkin nggak sesering anak-anak lain. betulan cuma 14:6:4. 14 mencakupi, di sekolah saya main terus (jangan ditiru ya, kalian bisa lho dapat nilai dewa kalau nggak kayak saya), tidur, makan, main. 6 itu menekuni hobi, sisanya waktu efektif buat quipper video. Silahkan dicoba ;)
video.quipper.com/id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar